Jumat, 27 Juli 2012

MENGAJARI MASAK MIE GORENG INSTANT


Selama konferensi  di International Islamic Universwity Malaysia (IIUM) panitia menyediakan sarapan pagi dan makan siang untuk seluruh peserta. Sedangkan untuk makan malam, panitia tidak menyediakannya sehingga menjadi tanggungjawab masing-masing peserta. Namun pada saat check in di apartemen,  panitia memberi mie instant, yaitu mie goreng sedaaap dan biskuit untuk persediaan makan. 

"Bagaimana cara memasak mie ini?" tanya kawan dari Aljazair yang tinggal satu apartemen dengan saya dalam bahasa Arab. 

"Ok kalau begitu saya buatkan untuk anda. Caranya sangat sederhana. Pertama  kita buka dulu plastik pembungkus terus kita masukkan air panas ke dalamnya. Tunggu kira-kira tiga menit sampai mie menjadi agak lunak. Kemudian, air kita buang dan mie kita tuang ke piring. Langkah selanjutnya adalah kita masukkan bumbu, minyak goreng, kecap dan saus. Kemudian kita aduk atau campur. Nah sekarang sudah jadi dan siap disantap", ujar saya sambil meletakkan mie di atas meja.
"Ini pertama kali saya makan mie seperti ini", ungkap dosen ekonomi dan manajemen di universitas Aljazair tersebut sambil menawari saya untuk makan bareng.
Sebenarnya saya tidak begitu lapar karena sore hari tadi sudah makan kue. Namun untuk menghargai tawarannya saya mengambil mie sedikit dan manaruh di piring kecil. Kemudian makan bareng.
“Bagaimana rasanya?”  tanyaku.
“Ladzidz' jawabnya.
“Nah sedaaaaaap yang tertulis di bungkus mie itu artinya memang ladzidz  (bahasa Arab, artinya sedap/enak)” jelasku.
Ya inilah nilai sebuah ukhuwah, kebersamaan, dan kekeluargaan. Kita harus saling bantu membantu dan  saling tolong menolong dalam keadaan apapun. Karena Allah akan senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya tersebut  menolong orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar