Jumat, 27 Juli 2012

JALIN SILATURAHIM LEWAT NGONTHEL DAN MAKAN BARENG


Kekeluargaan, keakraban, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kesederhanaan. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan suasana makan bersama Komunitas Onthel Tangerang Selatan (KONTAS) di kediaman Bang Haji Mamat, Jalan Talas Pondok Cabe.  


 Anggota Komunitas Onthel Tangerang Selatan (KONTAS) berkumpul di depan UT Pondok Cabe setiap Ahad pagi sebelum melakukan acara nggowes bareng.



Dalam sambutannya, sebagai tuan rumah, Bang Haji Mamat mengatakan acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan persaudaraan dan tali silaturahim antar anggota KONTAS dengan cara berbagi. “Kalau ada kelebihan rezeki jangan pelit dan kalau  ada kelebihan rezeki juga jangan royal”, ungkap  Bang Haji Mamat yang diamini oleh seluruh anggota KONTAS.


Dengan gaya lesehan di atas karpet hijau, menu makan pagi itu cukup variatif. Awalnya disediakan air minum, teh tawar hangat dan air sirup rasa jeruk untuk menghilangkan haus.   Untuk menu makan ada urap, sayur asem, oseng-oseng kacang, lalapan, sambal, jengkol,  ikan teri, ikan mas, tahu, dan tempe. Sebagai pencuci mulut ada pisang ambon, pudding, dan asinan khas Betawi. Hampir semua anggota KONTAS nambah porsi makan. Maklum saja perut sudah keroncongan setelah menggowes selama 80 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 6.5 km.

“Nikmat sekali rasanya makan pagi ini”, ungkap Pak De asal Trenggalek kepada penulis. “Inilah  yang disebut albarakah ma’al jamaah (berkah itu ada dalam kebersamaan)”, jawab penulis singkat.  

 

                                                                                       Makan bareng usai nggowes



Telah menjadi tradisi setiap  Ahad pagi, sekitar jam 6.30,  anggota KONTAS berkumpul di depan Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe.  Rute yang dilalui KONTAS kali ini adalah  Pondok Cabe, Cirendeu, Gintung, Legoso, dan berakhir di kediaman Bang Haji Mamat.Selama di perjalanan peserta dihibur dengan gending

(lagu) Jawa dari salah satu sepeda anggota KONTAS. Hal ini mengingatkan kita kepada suasana kampong tempo dulu. Di setiap tempat yang dilalui, ada saja yang memberikan ucapan kepada pengonthel.

“Hidup onthel. Transportasi ramah  lingkungan”, ungkap seorang pengendara motor sambil  memberi jalan kepada penggowes. 

 
Menurut Haji Endang, Ketua KONTAS, jumlah anggota yang sudah terdaftar sebanyak 51 orang. Namun karena sebagian ada acara lain, pada hari ini kurang lebih 35 orang yang ikut ngonthel bareng.  “Kami sangat terbuka bagi yang mau bergabung dengan KONTAS”, ungkap Haji Endang seraya menambahkan caranya cukup datang ke UT pada hari Ahad pagi.

Melalui acara  gowes bareng seperti ini ternyata membuat komunitas melebur menjadi satu. Tidak ada perbedaan antara anggota. Semua atribut suku, pangkat, profesi, dan jabatan yang melekat pada komunitas ditanggalkan. One for All and All for One. Yang ada hanya semangat kekeluargaan, keakraban, kebersamaan, dan keharmonisan yang diwujudkan melalui olah raga gowes onthel sebagai pola hidup sehat.  Maju dan sukses KONTAS. (BangS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar