Kamis, 24 Mei 2012

MAKNA SEBATANG PENSIL


Terbuat dari kayu, barangnya kecil, ringan, panjang, dan digunakan oleh setiap murid sekolah. Tahukah Anda, barang  apa itu? Itulah pensil yang kita pakai sejak kecil sampai sekarang. Bagi mayoritas anak-anak  sekolah pensil masih dimaknai sebagai alat tulis.  Tetapi bagi kita yang sudah dewasa, pensil memberi makna lebih dari sekedar alat tulis.  Menurut Sunarto (2012) dalam buku Icebreaker dalam Pembelajaran Aktif, pensil memiliki lima makna yang jika kita kelola dengan baik akan memberikan kedamaian dan ketenangan dalam hidup kita.

Pertama, dengan pensil kita mampu menulis karya besar dalam bentuk buku, puisi, cerita, atau tulisan lainnya. Melalui karyanya, seseorang bisa menjadi kaya raya seperti JK Rawling penulis buku Harry Potter. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa  dibalik kesuksesan besar tersebut selalu ada tangan yang membimbing  langkah kita. Kita menyebutnya tangan Tuhan dan Dia selalu membimbing kita menurut kehendakNya.

Kedua, sesekali kita mesti berhenti menggunakan pensil dan merautnya. Pensil itu akan menderita sejenak, tetapi setelah itu, ia akan menjadi semakin tajam. Enak untuk menulis. Demikian halnya dengan kehidupan kita. Kita harus belajar menahan luka dan kesedihan yang sifatnya sementara karena itu akan membuat diri kita semakin lebih baik. Orang sukses adalah orang yang mampu menghadapi cobaan hidup.

Ketiga, dengan menggunakan pensil memungkinkan kita untuk menghapus tulisan yang salah dan kemudian melakukan perbaikan. Berbeda dengan balpen tinta. Kita tidak bisa menghapus tulisan yang salah. Artinya, mengakui kesalahan dan membetulkan kesalahan bukanlah sesuatu yang aib atau buruk. Ibarat kata pepatah to err is human (melakukan kesalahan itu manusiawi). Dengan mengakui kesalahan dan bertekat untuk membetulkan kesalahan tersebut, kita akan selalu berada di jalan yang benar.

Keempat,  bagian yang terpenting dari sebuah pensil bukanlah kayu bagian luarnya, tetapi grafit di dalamnya. Artinya, kita dituntut untuk selalu memperhatikan  apa yang ada dalam diri kita.  Termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan atau kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Biasakan mengaca diri, instropeksi diri atau muhasabah.

Terakhir, atau yang kelima, pensil selalu meninggalkan jejak. Demikian juga segala yang kita lakukan dalam hidup ini selalu meninggalkan jejak. Karena itu kita harus menyadari setiap ucapandan tindakan kita akan memiliki dampak baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Karena itu hendaknya kita selalu berpikir sebelum berbuat. Bak kata sebuah mahfudhat (wisdom) Fakkir qabla an ta’zima, artinya berpikirlah sebelum berbuat. Atau wisdom Barat yang menyebutkan think before you say and never say before you think. (BangS)
Kamis, 24 Mei 2012.

1 komentar:

  1. super sekali, pencerahan, benda atau hal yang mungkin saya anggap sepele ternyata mempunyai makna yang luar biasa, menghargai diri sendiri dan juga sesama. mengerti apa yang ada dalam diri dan sekitar. tetap kuat dalam mengahadapi cobaan, karna nantinya akan berbuah manis :)

    BalasHapus