Kamis, 05 April 2012

EMAIL DIBAJAK, MEREPOTKAN SEMUA PIHAK

Hari Kamis (5 Maret 2012), pukul 14.56, saya terima email dari Prof Gunawan Indrayanto, anggota BSNP yang nota bene guru besar farmasi UNAIR. “Email Yahoo-nya dibajak ya? Tulis email aja ke yahoo lapor”, tulis Prof Gunawan melalui SMS.

Dua menit kemudian, SMS dari Pak Jamhari masuk. “Mas, email sampeyan di-hack. Dikirim kemana-mana minta bantuan. Mohon dilihat emailnya”, pesan Wakil Rektor Bidang Kelembagaan UIN Jakarta tersebut.

Jam 15.03, Pak Mujib Ketua PLP Fakultas Psikologi mengingatkan saya. “Pak Bambang, kok ada email help seperti itu ke saya. Kenapa?”. Pada waktu yang sama, Ibu Eva dosen fakultas psikologi juga mengirim sms yang serupa. “Pak Bambang, saya mendapat email dari email bapak. Meminta bantuan keuangan. Nampak email terhack sehingga dipakai untuk penipuan. Mohon dicek pak, apakah teman-teman lain juga mendapat email serupa”, tulis bu Eva.

Pak Ahmadi, staf rektorat setelah menerima email langsung menanyakan posisi saya. “Salam Mas Bambang, lagi dimana? Emailnya bocor dipakai orang.Hehehe”, tulis pak Ahmadi yang sudah paham betul mode-mode penipuan di dunia maya.

Dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud, Ibu Lilis konfirmasi ke Pak Miftah karena menerima email yang sama. “Saya baru terima email yang ngaku-ngaku Bapak. Katanya bapak sekarang sedang di London dan dirampok, sehingga minta dikirim sejumlah uang yang cukup besar secepatnya. Tapi saya cek ke Pak Miftah ternyata bapak ada di fakultas. Syukur Alhamdulillah”, tulis pengurus HEPI tersebut.

Sementara, Aningeti alumni Fakultas psikologi juga mengadu ke saya. “Maaf Pak, bapak kirim email ke saya ya? Kok isi emailnya minta ditransfer uang pak. Emang bener pak? Saya takut aja itu penipuan yang ngatas namakan bapak, lagi pula saya tidak punya uang sebanyak itui pak, heheheheheh…J” tulis alumni tersebut.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Psikologi, M Avicenna, juga mengingatkan saya. “Ada email dari bapak yang isinya minta bantuan uang ke email saya. Kayaknya email bapak dibajak. Mohon hati-hati email ini bisa jadi dikirim ke teman-teman yang lain”.

Saya belum sempat menjawab sms Pak Avis, tiba-tiba sms dari Ibu Mulia Sari Sekretaris PLP, masuk. “Pak, saya dapat email dari Bapak bahwa bapak kemalangan di Londok dan minta transfer. Sepertinya email bapak di-hack”, tulis bu Mulia.

Ibu Risa, dosen psikologi yang juga praktik di sebuah rumah sakit terkemuka konfirmasi ke saya. “Pak Bambang, email ‘bangs1970@yahoo.com’ nya ada yang bajak. Saya terima berita dari email tersebut bahwa pak Bambang sedang di London dan kecurian. Tolong dicek saja Pak Email tersebut”.

Teman saya di ITB, Pak Eko arsitek, tahu kebohongan dari email tersebut mengirim sms ke saya, “Mas, email Anda dibajak,tetapi terlalu ketahuan bohongnya”. Wah, saya sendiri belum baca email yang dikirim tersebut.

Tiba-tiba, ibu Ning, dari sekretriat BSNP mengirim isi email tersebut via sms. Berikut ini email yang dikirim pembajak.

Hello? Hope you are doing? Hope you get this email on time, I am away in London on an business trip at the moment, unfortunately for me I was robbed at the hotel, my mobile phone and all the cash I had was stolen. Luckily for me I still have my passport with me I left in my hotel room before the incident.

I have been to the Embassy and the Police here but they’re not helping issues at all.

At the moment I am stranded, I can’t pay my bills, Could you please send me £3000 (GB) British Pounds which is about 4,730.51 USD to enable me pay my bills and fly back home.

As soon as I get back I would refund it immediately. Please all need you to do is to go to any Western Union Outlet and send me the money before the bank here closes. Below are my details for the Western Union transfer or Money Gram Transfer.

Name : BAMBANG SURYADI

Address/location: 60 Hyde Park Gate-Kensington London sw7 5bb UK.

As soon as its sent, just write out the money transfer control number (MTCN) and do email it to me. Right now I just have access to only email.

Would be waiting?

Best regards.

Bambang

Melihat gaya bahasa yang dipakai, ya jelas banget penipuannya. Semua orang tahu, itu gaya bahasa native speaker. Artinya, bahasa Inggris saya tidak sebaik itu.

Sebenarnya masih banyak lagi sms yang masuk dengan tujuan mengingatkan saya, tapi tidak saya tulis di sini, termasuk dari Pak Yusuf Rahman Asiten Direktur Sekolah Pascasarjana UIN. Perkiraan saya masih banyak lagi mereka yang menerima email, tetapi tidak menghubungi saya.

Karena SMS masuk bertubi-tubi, hampir pada waktu yang bersamaan, maka saya jadi sibuk untuk meresponnya. Maka saya buat template jawaban seperti berikut.

“Ya, email saya dibajak orang. Saya tidak di London, tetapi di Fakultas Psikologi. Itu penipuan. Tolong diabaikan dan didelete langsung. Mohon maaf jadi merepotkan”.

Setelah membaca jawaban saya, ada juga yang merespon dengan memberikan saran untuk membuat akun baru dengan sandi kombinasi. Diantaranya adalah pak Ahmadi. “Sip, semoga teman-teman Mas Bambang paham kalau itu penipuan. Mas Bambang segera bikin akun baru dengan pin kombinasi saja, biasanya kalau pin kombinasi aman”, saran pak Ahmadi yang bertugas di Rektorat UIN Jakarta.

Jawaban dari Ibu Risa cukup menghibur sekaligus memiliki sense of humor. “Ya, email saya abaikan. Kalau memang ke London bilang-bilang ya. Hehehehe”.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pembobolan tersebut bisa terjadi. Saya sendiri kurang tahu pastinya. Pak Gunawan Indrayanto memberikan analisis kemungkinan saya menjawab email yang pura-pura dari yahoo. “Bapak pernah menjawab email yang pura-pura dari yahoo ya?”.

Kemudian saya coba mengingat-ingat apa yang saya lakukan. Ya, sekitar satu minggu yang lalu, ada email masuk dari Yahoo. Mengingatkan saya untuk registrasi ulang supaya akun yahoo tidak ditutup. “Ini peringatan bagi Anda. Segera lakukan registrasi ulang akun yahoo Anda setelah menerima peringatan ini. Jika tidak, akun Anda akan ditutup”.

Menanggapi peringatan tersebut, saya langsung melakukan saran yang ditulis. Aman-aman saja. Dan seperti biasa saya masih bisa menggunakan email saya. Bahkan sampai siang hari ini, sebelum jam 15.00 saya masih membaca dan menjawab email-email yang masuk. Tapi, sore tadi email saya dibobol orang.

Lucunya, saat saya menghubungi Yahoo untuk melaporkan masalah tersebut, ada pertanyaan kunci yang harus saya jawab. Pertanyaannya adalah, “Dimana Anda bermulan madu?”. Dengan penuh percaya diri saya jawab di Malang, sebab istri saya dari sana. “Jawaban Anda tidak sesuai dengan isian di data Yahoo”, demikian komentar yang muncul.

Maka saya ganti lagi, yaitu Bandung, sebab saat itu istri kerja di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Salah lagi. Saya coba yang ketiga, yaitu Kuala Lumpur, sebab setelah menikah istri saya ajak ke sana untuk menemani kuliah. Salah lagi dan akhirnya muncul jawaban dari Yahoo, “For security reasons, your account is temporarily locked. You can try again after 12 hours”. Ya, capek dehhhhhhh.

Dari peristiwa tersebut, ada lesson learned yang bisa kita ambil. Pertama, supaya kita tetap waspada dan berhati-hati terhadap email yang masuk. Selektif terhadap tawaran yang dikirim, apalagi jika pengirimnya pihak yang tidak kita kenal.

Kedua, supaya kita memanfaatkan free email untuk kebaikan yang memberikan manfaat bagi sesama manusia. Artinya, tidak menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Karena dengan pembobolan tersebut, ada pihak yang dirugikan baik secara materi maupun non-materi. Secara materi, banyak data dan informasi yang belum sempat saya unduh, jadi hilang. Begitu juga, ketika harus merespon sms yang masuk, pulsa juga berkurang. Banyak pihak yang mungkin menghubungi saya via email, tidak dapat saya terima. Sedangkan secara non-materi, pikiran dan waktu terkuras untuk mencari solusi.

Ketiga, apa yang saya alami tersebut merupakan cobaan dari Allah yang harus saya hadapi dengan penuh sabar dan tabah. Sebab masih banyak orang lain yang diberi cobaan lebih parah dari ini. Ini masih ringan karena belum ada pihak yang jadi korban.

Namun, sekali lagi kita tetap harus waspada dan hati-hati.

Ciputat, 5 April 2012

18.15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar