Minggu, 20 Januari 2013

UIN JAKARTA PATUT DIBANGGAKAN JANGAN DIKUTUK JIKA ADA KESALAHAN Catatan dari Rakerpim di Cisarua



Rapat Kerja Pimpinan atau Rakerpim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Cisarua, Bogor (17-19/1/2013) membahas tiga agenda utama, yaitu itu tata pamong dan kepemimpinan, sistem pengelolaan, serta kinerja dan kemajuan UIN.  Untuk tata pamong, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) telah menyetujui struktur organisasi UIN Jakarta. Sistem pengelolaan UIN diimplementasikan berdasarkan sistem pengelolaan fungsional dan operasional  (planning, organizing, staffing, leading and controlling). Sementara pada kinerja dan kemajuan disampaikan laporan kinerja tahun 2012, program unggulan tahun 2013, dan rencana strategis UIN 2012-2031 serta masterplan pengembangan.   

Komaruddin Hidayat Rektor UIN dalam laporannya mengatakan, ada perubahan struktur UIN Jakarta sesuai dengan rekomendasi Menpan-RB Nomor B/01/M.PAN-RB/9/2012. “Selain ada Senat dan Dewan Penyantun, juga ada Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengawas. Istilah Pembantu Rektor diganti dengan istilah Wakil Rektor”, ungkap Komaruddin Hidayat sambil menambahkan anggota Dewan Pengawas Adalah Bahrul Hayat dan Muhammad Yasin, keduanya merupakan Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal Kemenag RI.

Selain itu, tambah Komarrudin, ada Satuan Pemeriksa Intern (SPI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai sebutan baru untuk Lembaga Peningkatan dan Jaminan Mutu (LPJM). Sedangkan Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat yang selama ini berdiri sendiri-sendiri, disatukan menjadi Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat dan Penelitian (LP2MP). 

Hadir dalam Rakerpim ini Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Bagian, Kepala Lembaga/Unit Pelaksana Teknis/Pusat Kajian, dan Kepala Jurusan.  Sebagai nara sumber adalah Bahrul Hayat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dan Muhammad Yasin Inspektur Jenderal Kementerian Agama. Tempat Rakerpim tahun ini sengaja dipilih di luar kampus supaya peserta lebih bisa fokus dan konsentrasi dalam mengikuti rangkaian acara yang telah direncanakan.

Amsal Bakhtiar, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum mengatakan mulai tahun 2013 akan diterapkan sistem remunerasi. Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK yang selama ini terpusat di Rektorat dikembalikan ke fakultas. “Ada satu PPK untuk APBN dan tujuh PPK untuk BLU. Mereka yang menjadi PPK disyaratkan telah memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa. Oleh sebab itu satu orang PPK menangani beberapa fakultas”, ungkap Amsal Bakhtiar.

Tema Rakerpim tahun 2013 adalah Cetak Biru Keilmuan dan Keislaman: Menuju World Class University.  Seiring dengan tema tersebut, Jamhari Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan memaparkan Rencana Strategis 2012-2031 dan Masterplan pengembangan UIN Jakarta. Menurut Jamhari ada 4 (empat) langkah dalam rencana strategis pengembangan UIN, yaitu langkah konsolidasi (2012-2016), langkah akselerasi (2017-2021), langkah pembentukan reputasi (2021-2016), dan langkah pengakuan global (2017-2031). Pada setiap langkah ada tujuan, target, program kerja,  dan indikator kinerja.

Mengapa mesti sampai tahun 2031?  Menurut Komaruddin Hidayat, penetapan tahun ini bersifat lintas generasi. “Kita memikirkan lintar generasi, bukn hanya satu periode saja. Oleh karena itu ego pribadi harus lebur untuk kepentingan institusi”, ucapnya sambil menambahkan proses integrasi keilmuan dan keislaman tetap menjadi ciri khas UIN sebab jika kekhasan ini hilang maka akan hilang pula ciri khas UIN Jakarta. Melalui integrasi, tambah Komaruddin, UIN Jakarta akan menjadi penebar benih-benih pohon peradaban.

Untuk evaluasi kinerja, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) telah melakukan penilaian terhadap seluruh program studi di lingkungan UIN Jakarta. Ada sepuluh kriteria penilaian, diantaranya adalah rasio dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah, dan tata kelola.  Berdasarkan hasil evaluasi, tiga program studi yang terbaik adalah Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora, Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin, dan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi. Masing-masing program studi mendapat hadiah lap top.

Sedangkan dalam hal keuangan, Satuan Pengawas Internal (SPI) juga melakukan penilaian terhadap kinerja semua fakultas. Tiga fakultas terbaik adalah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Untuk peringkat pertama mendapat hadiah laptop, peringkat kedua mendapat personal computer (PC), dan peringkat ketiga mendapat dispenser.


Transformasi Perguruan Tinggi

Perubahan IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta  yang kini memasuki tahun ke-11 (2002-2013) telah menjadi ke banggaan Kementerian Agama RI. Artinya prestasi UIN Jakarta juga prestasi Kemenag RI. UIN Jakarta dalam hal pengelolaan keuangan, merupakan UIN yang terbaik di lingkungan PTAIN. Pencapaian ini juga yang menjadi salah satu sebab Kementerian Agama mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK dalam pengelolaan keuangan.


Bahrul Hayat Seketaris Jenderal Kementerian Agama RI memberikan apresiasi kepada kinerja dan pencapaian UIN selama ini. “Saya memeberikan apresiasi kepada pencapain UIN dan rencana pengembangan yang telah dipaparkan dalam Rakerpim ini”,ungkap Bahrul Hayat yang menjadi nara sumber pada hari kedua.

Untuk melakukan akselerasi pengembangan, tambah Bahrul Hayat,  ada enam jenis transformasi yang harus dilakukan oleh  Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN), termasuk UIN Jakarta.  

Pertama, transformasi visi dan misi.  Setiap pimpinan perguruan tinggi, mulai dari rektor sampai dekan, mesti memiliki cita-cita tersendiri, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Cita-cita ini akan mengantarkan para sivitas akademika untuk  melakukan akselerasi pengembangan.  Setiap melakukan kunjungan kerja  ke kampus PTAIN, Bahrul Hayat selalu bertanya-tanya, mengapa kampus perguruan tinggi Islam sangat kecil dan sempit. Kondisi seperti ini, menurut Bahrul Hayat, sulit untuk menyiapkan generasi yang unggul untuk 100 sampai 200 tahun ke depan. Apa yang disampaikan Bahrul Hayat didasarkan pengalaman perguruan tinggi unggulan di dunia. Tidak ada perguruan tinggi besar di dunia yang memiliki kampus kecil dan sempit.  Karena itu, perguruan tinggi harus memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Kedua, transformasi insfrastruktur. Tranformasi ini mutlak dilakukan dengan dukungan dana yang kuat. Kemenag akan mendukung pinjaman dana luar negeri dengan alasan untuk akselerasi. Karena jika kita hanya menggantungkan sumber dana dari APBN, tidak akan mencukupi.  Menurut Bahrul Hayat, Pimpinan Islamic Development Bank  ketika melakukan monitoring dan evaluasi ke UIN Jakarta dan Jogjakarta, mereka bangga dengan pinjaman yang telah dikucurkan karena membawa kemajuan bagi pendidikan Islam.

Ketiga, transformasi akademik. Pembukaan dan  perluasan program akademik perlu dilakukan. Komando penajaman dan peningkatan mutu pendidikan ini adalah rektor dan para jajarannya. Ruh transformasi  perguruan tinggi pada dasarnya ada di bagian akademik.

Keempat, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Perencanaan SDM menjadi sangat penting. Perlu dilakukan regenerasi dan kaderisasi. Setiap tahun selalu ada dosen yang pensiun, maka perlu ada yang menggantikannya. Ibarat kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti.  Aspek lainnya adalah akselerasi kualifikasi pendidikan dengan memberi peluang untuk melanjutkan studi  ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam melakukan transformasi SDM, Guru Besar dari UIN Jakarta bisa sharing pengetahuan dan pengalamannya di STAIN atau IAIN lain.  Pengiriman dosen untuk mengikuti short course di luar negeri juga perlu dilakukan. Pengalaman di luar negeri menjadi penting bagi seorang dosen, terutama untuk meningkatkan rasa percaya  diri bagi dosen.

Kelima, transformasi manajemen. Pilihan BLU untuk UIN merupakan pilihan yang tepat dibandingkan dengan BHP.  Selain ada otonomi akademik, juga perlu ada otonomi manajemen.  Secara makro, dengan BLU, UIN diberi peluang untuk mengelola keuangan sendiri, tetapi tidak ada aset yang keluar dari UIN.  Namun tetap diperlukan manajemen  internal yang kuat dengan memegang prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Keenam, transformasi kultural.  Kultur UIN harus mencitrakan kultur akademik yang tinggi. Ada dua sisi dalam membangun kultur, yaitu membangun sistem dan membangun manusia. Dengan membangun sistem, kita bisa membuat budaya dimana seseorang merasa dipaksa sehingga merasa terpaksa, tetapi pada akhirnya akan menjadi biasa.  Indikator yang menunjukkan perguruan tinggi itu baik dan tidak baik adalah dari sistemnya. Dosen atau mahasiswa, kadang perlu dipaksa dengan sistem, untuk membentuk kultur akademik.


Peran Utama PTAIN

Setelah menyampaikan  enam jenis transformasi, Bahrul Hayat memberikan pertanyaan kritis: kemana arah pengembangan PTAIN? Apa yang bisa dibanggakan dari PTAIN? Terhadap dua pertanyaan ini, menurut Bahrul Hayat ada lima peran utama PTAIN yang bisa dibanggakan. Lima peran tersebut mencakup: (a) Center of Islamic studies/Pusat kajian Islam; (b) Producer of  Islamic scholar.  Ada warna Islam untuk lulusan PTAIN. Mahasiswa Apapun program studi yang dipilih, tetapi lulusannya tetap sebagai Islamic scholar; (c) Guard of Islamic values/perisai nilai-nilai Islam. PTAIN tetap harus menjaga nilai-nilai Islam. Meskipun ada program studi umum, nilai-nilai Islam tetap menjadi core values; (d) Light of Islamic messages/Ppenerang pesan-pesan Islam. Nilai Islam dipancarkan dari kampus. Masyarakat mendapat pencerahan dari kampus.  Dalam konteks ini ada ungkapan yang menyebutkan “Lebih baik menyalakan satu lilin daripada mengutuk kegelapan. It is better to light up a candle than to curse the darkness”.  Jika ada kegelapan di UIN Jakarta,  jangan dikutuk tetapi nyalakan lilin untuk menerangi kegelapan tersebut. Dan terakhir (e) adalah Drive of Islamic civilization/ Pendorong peradaban Islam. Peradaban besar lahir dari peran ilmuwan.  

Bahrul Hayat juga memberikan beberapa catatan penting untuk akselerasi UIN Jakarta. Diantaranya adalah perlunya penambahan program studi dan fakultas baru. Dalam hal ini UIN Jakarta bekerjasama dengan ITB ada rencana membuka Fakultas Sumber Daya Alam dengan empat jurusan: Geologi, Pertambangan, Perminyakan, dan Teknik Lingkungan.   Bahrul Hayat juga mengingatkan pentingnya pembangunan asrama mahasiswa. Dengan asrama mahasiswa, ada tiga kompetensi yang bisa dikembangkan, yaitu kompetensi keagamaan, kompetensi bahasa Inggris, dan kompetensi bahaha Arab. Terakhir adalah pemanfaatan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional yang berada di jalan Kertamukti.

Uraian di atas menjadi penting untuk kita -sivitas akademika Fakultas Psikologi- renungkan dan dijadikan pendorong dalam meningkatkan mutu lulusan melalui layanan dan jasa pendidikan.  Siapapun dan apapun posisi kita di fakultas ini, pasti memiliki peran dan fungsi yang strategis dan penting. Jika ada yang beranggapan bahwa dirinya merasa tidak memiliki peran dan fungsi dalam membangun peradaban di Fakultas Psikologi, maka pola pikir seperti ini perlu diubah. Meminjam prinsip Dahlan Iskan, yang kita perlukan adalah kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Atau mengacu prinsip kerja Habibie dalam buku “Habibie dan Ainun” kita harus kerja tuntas, kerja tepat waktu, dan kerja berkualitas. Intinya kerja, kerja, dan kerja. (BangS).

1 komentar:

  1. PokerStars Casino and Resort Launches in Las Vegas
    PokerStars Casino and Resort is set to 남원 출장샵 open in Las Vegas, Nevada. On 천안 출장마사지 June 26, 창원 출장마사지 the PokerStars Poker Network will 천안 출장안마 provide customers a 속초 출장샵

    BalasHapus