Kamis, 01 Maret 2012

Mplus: MUDAH + LENGKAP

Selama dua hari, Kamis sampai Jumat (1-2 Maret 2012) Fakultas Psikologi menyelenggarakan pelatihan Mplus bagi dosen dan mahasiswa program Magister Sains Psikologi dengan nara sumber Jahja Umar, Ph.D. Tujuan training ini adalah untuk membekali dosen dan mahasiswa bagaimana cara menggunakan software Mplus untuk analisis data penelitian.

Nama Mplus, tambah Jahja Umar, adalah singkatan dari Muthen plus, artinya Muthen dan Linda. Keduanya adalah suami istri yang mengembangkan software tersebut lima belas tahun yang lalu. Versi 1 Mplus diluncurkan pertama kali pada tahun 1998 dan sampai tahun 2010 sudah muncul versi 6. Jahja Umar sendiri belajar Mplus langsung dari Bengt O. Muthen ketika kuliah di UCLA.

Mengapa Mplus? Menurut Jahja Umar, Mplus memiliki karakteristik dan kelebihan yang tidak dimiliki software lain. “Jika ada penelitian yang menggunakan Mplus dalam analisis data maka sudah dapat dipastikan hasil penelitiannya akan lebih baik dibanding dengan penelitian yang menggunakan software lain”, ucap Jahja Umar seraya menyebutkan software SPSS, AMOS, WINSTEP, dan LISREL.

Selain itu, tambah Jahja Umar, Mplus memiliki bahasa perintah (language command) yang lebih sedikit dan sederhana dibandingkan dengan LISREL. “Hanya ada 10 (sepuluh) bahasa perintah dalam Mplus. Yaitu TITLE, DATA, VARIABLE, DEFINE, ANALYSIS, MODEL, OUTPUT, SAVEDATA, PLOT, dan MONTECARLO. “Dari sepuluh jenis bahasa perintah ini, ada dua yang wajib yaitu DATA dan VARIABLE”, ungkap Jahja seraya menambahkan penggunaan bahasa perintah tersebut tidak harus berurutan. Kelebihan lainnya adalah Mplus memiliki semua fungsi matematika dan statistic. Huruf besar atau huruf kecil bukan perkara yang sensitif dalam Mplus.

Dengan karakteristik dan kelengkapan fitur Mplus seperti disebutkan di atas, depat dikatakan belajar Mplus itu mudah dan menguntungkan. Mudah karena bahasa perintahnya sederhana dan menguntungkan karena hasil analisis data yang didapatkan sangat komprehensif atau lengkap. Easy to use but powerful software, tulis Muthen dan Linda dalam pengantar buku panduan bagi pengguna (User’s guide) yang diterbitkan tahun 2010.

Tidak dinafikan, Mplus juga memiliki kelemahan. Nobody perfect. Demikian kata pepatah. Menurut Jahja Umar, Mplus hanya bisa membaca data dalam bentuk ASCII. Maka diperlukan konversi data jika data disimpan dalam bentuk selain ASCII.

Kekurangan lainnya, tambah Jahja Umar, Mplus tidak memiliki fitur untuk membuat diagram sebagaimana yang dimiliki LISREL. “Bagian yang menarik dari Lisrel adalah gambar diagram. Tetapi fitur membuat diagram ini justru tidak ada di Mplus”, tutur Jahja Umar yang sudah mengusulkan kepada Muthen untuk menambahkan fasilitas membuat diagram dalam Mplus. Jahja Umar sendiri belum tahu mengapa Muthen tidak memasukkan fitur pembuatan diagram tersebut.

Selama dua hari para peserta, selain dikenalkan tentang sejarah dan karakteristik, kegunaan, kelebihan dan kelemahan software Mplus, juga dikenalkan cara melakukan analisis data dengan berbagai konsep tentang modeling, input data untuk Mplus, cara menjalankan program dan menginterpretasikan hasil print out Mplus.

Dengan mengikuti pelatihan dua hari ini bukan berarti para peserta langsung menjadi ahli menggunakan Mplus. Namun demikian, sekurang-kurangnya para peserta selain sudah mengenal Mplus, juga memiliki semangat dan motivasi untuk mempelajari Mplus. Dengan semangat dan motivasi inilah mereka dapat mengembangkan melalui belajar mandiri dan trial and error serta berani bertanya kepada ahlinya jika menemukan masalah. Selamat dan sukses buat para peserta pelatihan Mplus. (BangS)

1 komentar:

  1. Instagram @olahdatasemarang WA 085227746673 PIN BB D04EBECB melayani jasa olah data SPSS, EVIEWS, AMOS, LISREL, SMARTPLS, WDEA (Warwick DEA), WINDEAP (DEAP 2.1 For Window), NCSS, STATA, MINITAB, WARPPLS, EXPERT CHOICE

    BalasHapus